3 Varian Covid Paling Seram, Ada yang Menggila Usai Lebaran RESEARCH – mae, CNBC Indonesia

Infografis/ Ahli: 80% Warga RI Terinfeksi Varian Delta /Aristya Rahadian

Covid-19 varian baru, Arcturus, tengah menjadi kekhawatiran Indonesia. Momen lebaran juga dikhawatirkan membuat penyebaran varian tersebut semakin cepat.

Covid-19 varian baru tersebut sudah masuk di Indonesia. Tujuh kasus Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.16 atau Arcturus di Tanah Air.

Kasus tersebut terus bertambah dari yang sebelumnya hanya lima kasus, dengan kasus awal dua kasus.

Kementerian Kesehatan RI sempat https://303terpercaya.online/ mengungkap kasus awal memiliki riwayat perjalanan luar negeri dari India sedangkan satunya berasal dari penularan lokal.

Sejumlah gejala dari varian ini antara lain kasus konjungtivitis (mata merah) terutama pada anak-anak, demam atau menggigil, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare.

Lonjakan kasus terlihat jelas dalam sepekan terakhir. Pada pekan tersebut (15-22 April 2023), kasus Covid-19 bertambah 7.015 atau naik 18% dibandingkan pekan sebelumnya (5.938).

Jumlah kasus sepekan terakhir juga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pada pekan terakhir Maret 2023 yang tercatat 3.660.

Penyebaran kasus dikhawatirkan meningkat tajam setelah libur Lebaran yakni 19-25 April 2023. Terlebih, Indonesia pernah mengalami tiga gelombang Covid-19 setelah libur panjang.

Gelombang pertama yang dipicu varian Beta terjadi setelah libur panjang akhir tahun 2020. Gelombang kedua saat Delta menyebar setelah Hari Raya Idul Fitri pada Mei 2020.

Gelombang ketiga pada Februari 2022 yang disebabkan varian Omicron terjadi pasca libur akhir tahun.

1. Varian Beta

Penyebaran kasus Covid-19 mulai melonjak pada akhir 2020 saat varian Beta melanda Indonesia. Varian tersebut memicu gelombang pertama pada Januari-Februari 2021.

Kasus tertinggi gelombang pertam tercatat pada 30 Januari 2021 yakni sebanyak 14.518.

2. Varian Delta

Kasus Covid-19 sempat mereda tetapi Indonesia memasuki periode paling berdarah sepanjang sejarah pandemi pada pertengahan 2021.

Masuknya varian Delta pada April 2021 menjadi babak paling mematikan dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Varian dari India tersebut dengan cepat menyebar dari pusatnya di Jawa Tengah ke penjuru Tanah Air.

Penyebaran dipercepat dengan peningkatan mobilitas warga selama Puasa dan Lebaran pada Mei 2021.

Jumlah kasus dengan cepat melonjak dari sekitar 5.000 pada akhir Mei 2021 menjadi puluhan ribu pada Juni 2021.

Puncaknya terjadi pada Juli 2021 di mana kasus harian menembus 56.757 pada 15 Juli 2021.

Kasus kematian juga melonjak dari di bawah 1.000 per hari menjadi lebih dari 5.000 per hari. Jumlah pasien meninggal terbanyak tercatat pada 27 Juli 2021 yakni 2.069 jiwa. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Covid.

Varian Delta membuat fasilitas dan layanan kesehatan di Indonesia chaos karena banyaknya kasus harian.

Indonesia juga dilanda krisis oksigen karena banyaknya pasien yang membutuhkan bantuan oksigen

Jumlah kasus Covid-19 pada Juli 2021 tercatat 1,23 juta sementara total kasus kematian menembus 35.628 jiwa.

Kasus kematian semakin meningkat menjadi 38.628 jiwa pada Agustus 2021.

Kasus positif mulai menurun pada Agustus 2021 menjadi 680.143 dan terus turun menjadi 124.303 pada Agustus 2021.

Melonjaknya kasus Covid-19 pada Juli memaksa pemerintah mengambil rem mendadak dengan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada 3 Juli 2021.

3. Varian Omicron

Kasus Omicron pertama kali terdeteksi di Indonesia sejak 16 Desember 2021. Varian tersebut juga membuat kasus Covid-19 di Indonesia melonjak.

Pada Januari 2022, kasus Covid-19 tercatat 90.650. Kasus melonjak 1.235% pada Februari 2022 menyentuh 1,21 juta.

Kasus harian pada gelombang III tercatat pada 64.178 pada 16 Ferbruari 2022.

jumlah tersebut adalah yang tertinggi selama pandemi.

Kasus kematian juga melonjak 1.676% dari 226 jiwa pada Januari 2022 menjadi 4.015 pada Februari. Lonjakan kasus membuat pemerintah menarik rem dalam pembatasan mobilitas. Status PPKM di hampir semua provinsi dinaikkan dari Level 2 ke Level 3.

Secara keseluruhan, kasus kematian pada Februari 2022 tercatat 4.015 jiwa dan naik menjadi 6.754 pada Maret 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*