Prediksi Cuaca Hari Ini, Hujan di Sebagian Jabodetabek hingga Selasa Dinihari

Ilustrasi hujan di Jakarta. TEMPO/Frannoto

Prediksi cuaca hari ini untuk Jakarta dan sekitarnya menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adalah mendung dan hujan di beberapa wilayah. Pada pagi hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diguyur hujan intensitas ringan.

“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kep. Seribu dan Jakut pada pagi dan dinihari,” demikian peringatan dini cuaca di laman resmi BMKG, Senin, 27 Februari 2023.

Cuaca Jakarta pada siang hari diperkirakan berawan tebal, hujan ringan diperkirakan akan turun di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Awan tebal diprediksi masih menyelimuti DKI Jakarta pada Senin malam. Hujan intensitas ringan diperkirakan akan terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Pada Selasa dinihari, hujan ringan akan terjadi di sebagian besar wilayah Ibu Kota. Diprediksi hujan akan mengguyur Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Meski sempat diguyur hujan pada Senin pagi, prakiraan cuaca untuk kawasan Bogor, Depok dan Bekasi pada siang hingga malam nanti diperkirakan berawan. Hujan ringan diprediksi akan turun merata di semua kawasan Bodebek pada Selasa dinihari.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca yaitu waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan terjadinya angin kencang pada pagi, siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi.

Prediksi cuaca hari ini untuk wilayah Kota Tangerang, Serpong dan Tigaraksa, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada Senin siang. Cuaca pada malam hingga dinihari diperkirakan berawan hingga berawan tebal.

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Gelombang Ekstrem, Siaga 20 Provinsi

Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Senin, 27 Februari 2023, dengan sebagian wilayah Indonesia akan dilanda hujan dan gelombang ekstrem. BMKG juga mengeluarkan status siaga untuk beberapa provinsi.

Hujan berpetir diperkirakan terjadi di Yogyakarta, Jambi, Surabaya, Banjarmasin dan Pekanbaru. Hujan lebat kemungkinan terjadi di Ternate, Manado dan Padang.

Hujan intensitas sedang kemungkinan terjadi di Bengkulu, Pontianak, Tarakan, Mataram dan Makassar. Hujan dengan intensitas ringan kemungkinan terjadi di Denpasar, Serang, Jakarta Pusat, Gorontalo, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Ambon, Kupang, Jayapura, Manokwari, Mamuju, Kendari dan Palembang.

BMKG memantau adanya pusat tekanan rendah di Australia bagian utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi memanjang di Australia bagian utara serta menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot atau low level jet memanjang dari perairan selatan Nusa Tenggara hingga Laut Timor.

Sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Sumatra Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Aceh. Daerah konvergensi juga terpantau memanjang di pesisir barat Sumatra bagian selatan, dari Banten hingga Jawa Tengah, dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Juga dari Bali hingga Nusa Tenggara, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, dari Papua Barat hingga Papua.

Selain itu terdapat daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa-Bali, Laut Jawa hingga Laut Flores, dan dari Laut Banda hingga Laut Arafuru.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik, low level jet dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Suhu udara berkisar 19-33 derajat Celcius dengan suhu terendah di Bandung, sedangkan suhu tertinggi di Denpasar dan Gorontalo.

BMKG mengeluarkan prakiraan berbasis dampak hujan lebat dengan status siaga di Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua.

Gelombang Ekstrem

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari utara-timur dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Sunda, perairan selatan Banten-Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, Laut Arafuru, perairan Kepulauan Babar-Tanimbar

Gelombang ekstrem di kisaran 6 -9 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

Sosok Komjen Ahmad Dofiri, Hakim Etik yang Pecat Ferdy Sambo Kini Jadi Irwasum Link Artikel

Komjen Ahmad Dofiri

Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, Ahmad Dofiri baru saja menjalani rotasi dan mutasi dengan menduduki jabatan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri itu akan menggantikan Komjen Polisi Agung Budi Maryoto yang sudah memasuki masa pensiun.

Nama Komjen Ahmad Dofiri sebelumnya mencuat saat memimpin sidang etik Ferdy Sambo. Pada saat itu, sidang etik berakhir dengan dipecatnya Ferdy Sambo dari Polri atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Lantas, siapa sosok Komjen Ahmad Dofiri? Simak artikel selengkapnya berikut ini.

Ahmad Dofiri merupakan pria kelahiran 4 Juni 1964 dan seorang perwira tinggi Polri sejak 31 Oktober 2021. Sebelumnya ia memegang jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.

Menjadi perwira tinggi Polri, Ahmad Dofiri dulunya merupakan lulusan terbaik Akpol Angkatan 1989 dan berpengalaman di bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Sementara, jabatan terakhir jenderal bintang tiga tersebut adalah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat